Rabu, 21 Maret 2012

CERITA EMBUN

 Setiap pagi menjelang, aku  dipisahkan dengan kumpulan kawan-kawanku hingga ku menjadi tetesan kecil.  Rasa pesimis menghampiri. Aku tak berharga karenaku hanya tetesan kecil yang tak punya kekuatan apa-apa. Tapi, kini aku mulai mengerti makna keberdaanku ini.

Ketikaku berkumpul dengan kawan-kawanku, aku dikenal dengan “Air”. Dan semua makhluk hidup membutuhkanku. Mulai dari tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia semua mencariku. Aku dan teman-temanku menjadi bagian terpenting dalam hidup mereka.. Segala kativitas makhluk hidup tidak akan pernah lepas dari keberadaanku. Tanpaku dan teman-teman kehidupan mereka tidak akan berlangsung dengan baik. Aku bangga, karena aku bisa menerbar manfaat kepada semua makhluk-Nya. Ya, aku bangga dengan manfaat yang bisa ku berikan.
 Tapi, setiap mentari muncul di ufuk timur, kehidupanku berubah. Aku menjadi tetesan bening yang kecil. aku seperti kehilangan jati diri. Sempat aku merasa putus asa dengan keadaan ini. Terkadang tak jarang pula aku bertanya Tuhan, kenapa Dia menjadikanku menjadi tetesan kecil ?  Kenapa Tuhan memisahkanku dengan kawan-kawanku di pagi hari? Apa yang bisa kuberikan dengan tetesan kecil ini? Ah, Lebih baik aku tak dicipta daripada harus hidup tanpa makna. Untuk apa aku dicipta jika hanya untuk di pandang rendah oleh manusia? Tidak ada, tidak sedikitpun yang bisa kuberikan untuk manusia karena aku hanya setetes air bening yang tak berharga.
Tapi, Tuhan telah menakdirkanku untuk muncul di pagi hari. Sudah menjadi ketentuan-Nya aku dipisahkan hingga menjadi tetesan kecil ini. Bagaimana bisa aku menolak ketentuan-Nya jika kekuatan yang kumiliki  hanya setetes air saja  sedangkan kekuatan-Nya seluas lautan dan samudera?
Maka, akupun meneruskan takdir ini dengan mencari makna keberdaan diri. Ku coba untuk hinggap pada pepohonan,  aku tak di pandang. Akupun berpindah pada kayu-kayu yang telah ditebang, tetap saja tak dipandang. Akupun berpindah pada batu-batu yang terdampar diatas tanah. Lagi-lagi keberadaanku juga tidak di pandang.
Berhenti. Ya, mungkin aku berhenti saja untuk mencari makna diri. Toh, aku tetap saja tidak menemukan makna keberadaanku. Tidak ada yang memperdulikanku. Bahkan, melirikku pun manusia enggan.
Hingga di pagi itu aku terlelap di atas daun-daunan. Tiba-tiba saja seorang manusia menghampiriku dan dia memotretku. Dan, lihatlah aku menjadi dikenal oleh banyak manusia.  Foto-fotoku berhasil menarik perhatian manusia.







Kini aku mengerti, di daun inilah aku menemukan makna keberadaan diri. Dan aku pun dikenal dengan sebutan yang indah dari dulu yaitu “ Embun”.  Manusia sering mengatakan bahwa keberadaanku pada daun menyejukkan setiap mata yang memandang. Ya, betapa bahagiaku dengan pernyataan manusia ini. Aku tak lagi merasa tak berharga. Dan aku pun menyadari bahwa Dia tidak pernah menjadikan sesuatu dengan sia-sia. Pasti Dia menciptakan sesuatu dengan penuh makna walau hanya setetes air kecil saja. Meski, hanya setes saja tapi aku bahagia menjadi diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan yang Dia beri.
***
Lihatlah, setetes embun kecil telah menunjukkan makna keberadaan dirinya pada manusia. Telah menunjukkan kehebatan dia pada alam semesta. Bahwa ia berharga dan punya makna. Ia mencari potensi dirinya. Dan berada di dedaunan itulah cara ia menunjukkan kehebatannya.
Dan kita manusia tentu lebih berharga dari tetesan bening di pagi hari itu. Karena Dia telah memberikan fasilitas yang lengkap kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya. Dia pun menanamkan batu mutiara potensi dalam setiap dalam diri kita. Dan sekarang tugas kita adalah mencari dimana potensi yang tertanam dalam diri dan mengasahnya hingga menjadi mutiara potensi yang menebar kilauannya pada manusia hingga keberadaan kita menjadi bermakna.

 Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (bakat) masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalanNya. (QS. Al-Isra’ : 84)



6 komentar:

  1. Awesome ! Kita tidak hany memperiingatkan hari air, tetapi kita dengan bijak mempergunakannya dengan baik. Nice post sis

    BalasHapus
  2. tq bang :)
    tulisannya masih banyak kekurangan..

    BalasHapus
  3. ada award untuk sobat, dibawa pulang ya.. :)
    http://muslimpoliticians.blogspot.com/2012/03/versatile-blogger-award-ke-2.html

    BalasHapus
  4. bagus banget.. boleh izin share ?

    BalasHapus
  5. Silahkan :)
    Terimkasih telah berkunjung. Slam kenal :)

    BalasHapus