Selasa, 29 November 2011

PERAN SISTEM PEMBELAJARAN DAYAH MODERN (DAYAH RUHUL ISLAM ANAK BANGSA) DALAM MEMBENTUK INTELEKTUALITAS DAN MORALITAS PELAJAR DI ACEH


KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur bagi Allah yang maha kuasa, karena dengan izin nyalah penulis telah dapat menyelesaikan karya tulis ini yang berjudul “Peran Sistem Pembelajaran dayah Modern (Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa) dalam Membentuk Intelektualitas dan Moralitas Pelajar di Aceh” Salawat dan salam kita sanjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah membawa umat dari kebodohan ke alam yang penuh ilmu pengetahuan.
               Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak terutama kepada ayahanda dan ibunda penulis serta semua guru penulis yang telah membimbing dan mengarahkan penulis, juga teman-teman yang telah bersedia membantu penulis , kerabat maupun keluarga yang telah memberikan dukungan dan sokongan dalam menyelesaikan Karya Tulis ini sehingga berada dalam genggaman pembaca sekalian.
               Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa karya ini masih ada kekurangan dan kejanggalan, hal ini bukanlah penulis sengaja, tetapi keterbatasan ilmu dan pengalaman penulis dalam hal ini. Oleh karena itu penulis tidak menutup diri dari semua pihak untuk memberikan kritikan dan saran yang sehat demi kesempurnaan karya  ini di masa mendatang.
               Akhirnya penulis ucapkan selamat membaca, semoga karya tulis ini bermamfaat bagi penulis dan pembaca. Kepada Allah jualah penulis serahkan segalanya, semoga kita selalu mendapatkan Ridha dan Magfirah dari-Nya Amin………
Banda Aceh, 24 November 2011
Penulis
MAJIDAH NUR

ABSTRAK
           
Karya ilmiah ini berjudul “Peran Sistem Pembelajaran dayah Modern (Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa) dalam Membentuk Intelektualitas dan Moralitas Pelajar di Aceh “. Karya ini membahas tentang sistem peranan pembelajaran dayah modern (dayah ruhul Islam Anak Bangsa) dalam membentuk intelektualitas dan moralitas pelajar di aceh. Sisyem pembelajaan yang di bahas mencakup kegiatan belajarnya, kurikulum, prestasi dan lain sebagainya.
Tujuan pemulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberitahukan dan membuktikan bahwa sistem pendidikan dayah modern (dayah Ruhul Islamn Anak Bangsa) sangat Mempengerahui terbentuknya intelektualitas dan moralitas pelajar di Aceh.
Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode Library Research(Penelitian Perpustakaan) yaitu dengan cara membaca buku-buku yang mendukung karya tulis ilmiah ini.Tidak hanya itu, penulis juga mencari bahan dan sumber-sumber dari media masa elektronik yang berjangkauan internasional yaitu, Internet.
serta metode wawancara dengan alumni dari dayah Ruhul Islam anak bangsa.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengetahui adanya peranan Sistem Pembelajaran dayah Modern (Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa) dalam Membentuk Intelektualitas dan Moralitas Pelajar di Aceh . Sistem pendidikan modern ini sangat cocok diterapakan untuk menjawab permasalahan pelajar sekarang.








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Intelektual dan moralitas merupakan dua objek yang saling bekerjasama dalam pembentukan karakter manusia. Kalau intelektual berarti mengenai akal atau pikiran maka moralitas bekerja dalam wilayah etika, kebiasaan dan adat. Intelektual membentuk cara pandang dan berfikir, sedangkan moralitas merupakan dampak nyata berbentuk perilaku dari pandangan yang dipegang. Artinya, semakin tinggi kadar intelektual seseorang semakin tinggi pulalah moralnya.
Namun demikian, fakta lapangan sering berbicara lain. Hubungan intelektual dan moral sering berjalan simpang-siur, saling mengancam dan tidak searah. Sering kita mendapatkan seseorang yang taat bermoral baik akan tetapi tidak mempunyai prestasi dibidang pendidikan. Tak jarang pula kita menemukan orang yang sangat berprestasi tetapi tidak bermoral. Inilah yang membahayakan.
Disanalah seharusnya peran pendidikan bangsa ini. Yaitu mengawal perkembangan pemikiran (intelektual) dan moral (akhlak, perilaku). Peran seperti ini sangat diperlukan agar ketimpangan moral dan intelektual yang kerap terjadi dapat dikurangi bahkan dihilangkan.
Setidaknya ada dua hal yang sangat mempengaruhi ketimpangan moral dan intelektual yang terjadi pada kaum akademisi. Yang pertama adalah pengaruh kurikulum. Dan yang kedua adalah hilangnya pengaruh guru dalam menjaga perkembangan moral dan intelektual muridnya. Dan kedua hal tersebut merupakan bagian dari sistem pembelajaran. Maka, dapat dikatakana bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi intelektualitas dan moralitas pelajar adalah sistem pembelajaran yang di terapkan dalam proses belajarnya.
Tak dapat dipungkiri, salah satu penyebab timpangnya moral dan intelektual pada remaja dan kaum akademisi adalah kurikulum. Minimnya materi mengenai pembinaan moral menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Seorang murid menerima materi intelektual jauh lebih banyak daripada materi moral yang sering hanya terwakili oleh pelajaran agama.
Selain itu, hilangnya pengaruh guru dalam menjaga perkembangan moral dan intelektualnya juga layak untuk dipertanyakan. Tidak jarang kita melihat guru yang datang ke kelas, mencatat soal dan selanjutnya pulang. Fenomena seperti ini sangatlah sering bahkan terlalu seringnya kita menganggap bahwa itu adalah hal yang biasa dalam dunia kependidikan.
Sehubungan dengan hal di atas, nampaknya Corak pendidikan yang layak ditawarkan untuk menjawab krisis moralitas dan intelektualitas generasi muda sekarang adalah pendidikan Dayah modern. Yang menerapkan  kurikulum umum dan agama secara seimbang. Sehingga, seorang pelajar tidak hanya menerima materi intelektualitas saja, tetapi juga materi moralitas. Selain itu, pelajar juga akan mendapat bimbingan dan didikan dari guru-guru yang berkualitas. 
Karya tulis ini akan mencoba membahas tentang peran sistem pembelajaran dayah modern dalam membentuk intelektualitas dan Moralitas Pelajar di Aceh.

B.     Rumusan Masalah
Sistem pembelajaran dayah memiliki peranan besar dalam membentuk intelektualitas dan moralitas pelajar di Aceh . Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah Peranan sistem pendidikan dayah modern ini dapat diuraikan seperti dalam beberapa point berikut:
1.      Apakah Peran sistem pembelajaran dayah modern dalam membentuk intelektualitas pelajar di Aceh?
2.      Apakah Peranan sistem pembelajaran dayah modern dalam  membangun moralitas pelajar di  Aceh?

C.    Hipotesis
Penelitian ini dilakukan berangkat dari keyakinan penulis setelah cukup melakukan pengenalan secara meluas terhadap masalah yang diangkat. Adapun keyakinan atau hipotesis tersebut adalah “ adanya peranan sistem pembelajaran dayah modern yang sangat besar dalam membentuk intelektualitas dan moralitas pelajar di Aceh”

D.    Tujuan Penilitian
Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui peran sistem Pembelajaran dayah modern dalam membentuk intelektualitas dan moralitas pelajar di Aceh
Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk melihat dan membuktikan adanya peranan sistem  pembelajaran dayah modern (dayah Ruhul Islam anak Bangsa) dalam membentuk intelektualitas dan moralitas pelajar di aceh.

E.     Manfaat Penelitian
Adapun manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian pendidikan dayah ini adalah :
1.      Memperluas dan mengembangkan pengetahuan tentang peran sistem pendidikan, khususnya sistem pembelajaran dayah di Aceh
2.      Memberikan solusi dalam menghadapi krisis moralitas khususnya dan krisis intelektualitas pelajar di Aceh

F.     Metode Penelitian
Untuk mendapatkan data dan informasi yang di perlukan, penulis mempergunakan metode Library Research(Penelitian Perpustakaan) yaitu dengan cara membaca buku-buku yang mendukung karya tulis ilmiah ini.
Tidak hanya itu, penulis juga mencari bahan dan sumber-sumber dari media masa elektronik yang berjangkauan internasional yaitu, Internet. serta metode wawancara dengan alumni dari dayah Ruhul Islam anak bangsa.








BAB II
DASAR-DASAR TEORIRIS

A.    Definisi dayah
Dalam bahasa Aceh, istilah untuk “lembaga” yang dikenal dengan sebutan pesantren di Jawa dan seluruh Indonesia adalah dayah. Kata dayah,juga sering disebut deyah oleh masyarakat Aceh Besar, diambil dari bahasa Arab zawiyah. [1]Istilah zawiyah, yang secara literal bermakna sebuah sudut, diyakini oleh masyarakat Aceh pertama kali digunakan sudut Masjid Madinah ketika Nabi Muhammad berdakwah pada masa awal Islam. Dalam perkembangan aktivitas dakwah dan pendidikan Islam di abad pertengahan, kata zawiyah dipahami sebagai pusat agama dan pusat pengajian sufi dari penganut tasawuf. Karena itu tempat-tempat ini di kala itu didominasi oleh ulama perantau, yang ingin memperdalam  ilmunya dan mempertinggi intensitas ibadah dan tawadhu’nya. Kadang-kadang lembaga tersebut di bangun menjadi sekolah agama dan saat tertentu juga zawiyah dijadikan sebagai pondok bagi pencari kehidupan spiritual. Dari aktivitas dakwah dan pendidikan yang dilakukan oleh para pendakwah tradisional Arab dan sufi kemudian kata zawiyah sebagai zawiyah  sebagai nama lembaga pendidikan di kalangan Islam diperkenalkan di Aceh.
Dayah pada saat ini tergelompokkan menjadi dua yaitu dayah tradisional dan dayah modern.

B.     Definisi sistem pembelajaran
            Kata sitem mengandung beberapa pengertian, yaitu:
1.      Perangkat unsure yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas
2.      Susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas dan sebagainya
3.      Metode
Kata “pembelajaran” mengandung arti “proses atau cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar”. [2]Kata pembelajaran berintikan kegiatan belajar dan kegiatan mengajar. Proses pembelajaran menuntut adanya pihak yang membuat pelajar berusaha untuk memperoleh kepandaian, dan dalam proses tersebut pusat kegiatan berada pada siswa atau disebut juga dengan istilah child centered.
Kegiata belajar mengajar merupakan dua kegiatan yang saling terkait. Belajar menunjukkan adanya kegiatan yang harus dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran. Sedangkan mengajar merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang guru sebagai pengajar. Kini kegiatan tersebut disebut dengan kegiatan pembelajaran.
Karena proses belajar melibatkan beberapa unsure yang saling terkait, maka yang dimaksud dengan sistem disini sesuai dengan pengertian nomor satu dari pengertoian diatas.

C.    Definisi Intelektualitas
Intelektual menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990), diartikan sebagai “cerdas; berakal; dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan”, dan “(yang) mempunyai kecerdasan tinggi; cendikiawan”. Kata ini berasal dari “intelek” yang berarti “Psi daya atau proses pikiran yang lebih tinggi yang berkenaan dengan pengetahuan; daya akal budi; kecerdasan berfikir”, dan “(kaum) terpelajar; cendikia”. Maka jelas, intelektual adalah kaum terpelajar, memiliki kecerdasan, dan berhubungan dengan pendaya-gunaan kecerdasannya untuk perbaikan masyarakat. Menurut George A. Theodorson dan Archiles G. intelektul adalah masyarakat yang mengabdikan diri kepada pengambangan gagasan orisinil dan terlibat dalam usaha intelektual kretif. Menurut Shils, sosiolog Barat yang terkenal, intelektual adalah orang yang terpilih dalam mesyarakat yang sering mengunakan symbol-simbol bersifat umum dan rujukan abstrak tentang manusia dan masyarakat.
Kaum intelektual ini senantiasa berada di garda terdepan dalam semua aspek dan tatanan kehidupan berbangsa dan beragama, dan karena itulah mereka disebut sebagai intelektual. Sebutan ini untuk membedakan mereka dengan masyarakat awam yang kemampuan olah pikiran, intelektualitas dan analisa mereka dibawah standar kaum intelektual ini. Disadari atau tidak, baik buruknya kondisi suatu negeri adalah tergantung bagaiamana kaum intelektual di negeri itu melakukan kiprahnya pada posisi apapun yang mereka tempati.
Apabila disuatu negeri para intelektualnya bermoral dan konsisten memperjuangkan serta mempelopori berbagai kebaikan dalam kehidupan masyarakatnya, maka negeri itupun bisa dipastikan insya Allah akan makmur, damai dan sentosa. Dan sebaliknya, bila kaum intelektual disuatu negeri gemar berperilaku bejat dengan tindakan-tindakan amoralnya, minim kerja dari hakikat pertanggung jawaban intelektualitasnya maka bisa dipastikan negeri itu akan gonjang-ganjing, riuh dan rusuh dengan berbagai ketimpangan, ketidak adilan dan segala tindakan zalim lainnya yang terus merajalela.

D.    Definisi Moralitas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Moralitas artinya sopan santun, segala sesuatu yg berhubungan dng etiket atau adat sopan santun. Istilah moralitas kita kenal secara umum sebagai suatu sistem peraturan-peraturan perilaku sosial, etika hubungan antar-orang. Baik dan buruk, benar dan salah. Moralitas adalah kesadaran akan loyalitas pada tugas-tanggungjawab. Moralitas berasal dari dalam kepribadian manusia itu sendiri. Binatang tidak memiliki moralitas karena tidak memiliki kepribadian. Moralitas tidak bisa dijelaskan dengan akal, karena itu berasal dari kepribadian manusia.






BAB III
PEMBAHASAN

Mengingat banyaknya jumlah dayah yang ada Di Aceh, maka penulis memilih salah satu dayah saja sebagi objek penelitian sekaligus sebagai bukti konkrit tentang adanya peran sistem pembelajaran dayah dalam membentuk intelektualitas dan moralitas pelajar di Aceh. Berikut ini penulis akan menguraikan terlebih dahulu sistem pendidikan dayah Ruhul Islam Anak Bangsa serta Prestasi-prestasi yang pernah di raih oleh dayah tersebut. Setelah itu penulis baru menyajiakn analis berdasarkan data-data tersebut.
Sebelum membahas tentang peran sistem pembelajaran dayah modern dalam menbentuk intelektualitas dan moralitas, terlebih dahulu menjelaskan profil sebuah dayah yang menjadi objek penelitian untuk membuktikan peran sistem pendidikan dayah, yaitu Dayah ruhul Islam Anak Bangsa. Data ini penulis dapatkan dari hasil wawancara dengan alumni dayah tersebut.

A.    Profil Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa
1.      Identitas Dayah
Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa berdiri pada tahun pelajaran 1997/1998 . Pendirian Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa berasal dari usulan dan prakarsa Gubernur Kepala Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh (sekarang, Provinsi Nanggor Aceh Darussalam), Profr. DR. H. Syamsuddin Mahmud, MBA, yang disambut gembira oleh tokoh-tokoh pendidikan di Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Prop. Aceh .
Dayah ini berlokasi di jalan pintu air, desa Gue Gajah kec Darul Imarah kabupaten Aceh Besar.  Dayah ini Memiliki 2 Jurusan: Jurusan Pengetahuan Alam dan Ilmu Keagamaan








2.      Bendera Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa

3. Visi dan Misi
            1. Visi
Dayah Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa sebagai sumber keilmuan, mewujudkan pemimpin yang berjiwa Islami, cendikiawan serta berkemampuan dalam IMTAQ dan IPTEK.
            2. Misi
1. Membina Aqidah Islamiah yang matang
2. Melaksanakan program pendidikan berbasis kepada Iptek dan Imtaq.
3. Memberikaan pembinaan untuk pengembangan diri dan berkreatifitas
4. Melaksanakan proses pengkaderan keulamaan dan kepemimpinan
5. Memberikan pelatihan kemandirian hidup
3. Tujuan, Sasaran  Dan  Keunggulan
1. Tujuan
Mempersiapkan Kader-Kader Ulama, Pelaku Bisnis Islamiy, Cendikiawan Paripurna Yang Berkemampuan IPTEK Dan IMTAQ, Penerus Risalah Islamiyah Dan Kader Pembangunan Yang Tangguh Dalam Pelestarian Ajaran Islamiyah.
2. Sasaran
1.     Dapat membaca / menguasai kitab-kitab makruf yang diajarkan dalam lingkungan Dayah Aceh pada umumnya.
2.     Dapat menghafal Al Qur’an minimal 05 juz
3.     Mampu secara aktif Berbahasa Arab, Inggris, Mandarin dan Jepang
4.     Mampu berpengetahuan setingkat MA / SLTA dan dapat memiliki ijazah untuk dapat memasuki Perguruan Tinggi dalam Negeri atau Luar Negeri.
5. Mempunyai kemampuan pengetahuan syariah Islam dan IPTEK
3. Keunggulan
1. Penghafalan Al Qur’an
2. Berciri Khas Pembelajaran Kitab-kitab Pesantren
3. Pemaksimalan Penguasaan Bahasa Arab dan Inggris
4. Pengenalan Bahasa Asing lain (Jerman, dan Perancis)
5. Pendidikan Ilmu kemasyarakatan
6. Pembinaan Kepribadian Siswa
7. Pelatihan Kreasi Produksi

B.     Sistem Pembelajaran pada Dayah Modern (Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa)

1.       Kegiatan Mingguan Santri
Tabel 1.

HARI
AHAD
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUM’AT
SABTU
04.30-05.00
Bangun Pagi
05.00-05.20
Shalat Shubuh Berjamaah di Mushalla
05.20-05.40
A
B
A
B
05.40-06.30
C
D
C
D
06.30-07.00
E
Mandi Pagi
07.00-07.30
Sarapan Pagi
07.30-13.10
F
Belajar di Lokal
13.10-13.30
Shalat Zhuhur Berjamaah di Mushalla
13.30-14.15
Makan Siang / Istirahat
14.15-15.35
F
Belajar di Lokal
15.35-16.30
Shalat Ashar Berjamaah di Mushalla
16.30-17.45
G
Olahraga Mandiri
17.45-18.30
Mandi dan Persiapan ke Mushalla
18.30-19.00
Baca Al Qur’an di Mushalla
19.00-19.20
Shalat Maghrib Berjamaah di Mushalla
19.20-19.40
H
I
J
A
I
19.40-20.40
Makan Malam
20.40-21.00
Shalat Isya Berjamaah di Mushalla
21.00-23.00
Belajar Mandiri (Kelompok) & Tahsin Bacaan
K
M
23.00-04.30
Istirahat Malam / Tidur


2. Kegiatan Ekstrakurikuler
1. Kelas I
o   Pramuka
o   Percakapan bahasa inggris dan arab
o   Kreasi seni (rapai galeng, dalail khairat dll.
o   Olah raga
o   Qiraatul kutub

2.   KELAS II
o   Debating
o   Speach arab dan inggris
o   Qiraatul kutub

3.   KELAS III
o   Qiraatul Kutub

4.   Jenis-Jenis Kegiatan Ekskul / Pengembangan Diri
1.      Kreasi Produksi (Menjahit, Membuat Guci, Nata De Koko, dan Sablon)
2.      Seni Tari (Rapai Geleng dan Likok Pulo)
3.      Seni Musik (rebana, Musikalisasi Puisi)
4.      Drama Bahasa
5.      Kelompok Pakaian Berseragam (Pramuka., PMR dan Paskibraka)
6.      Karya Ilmiah Remaja
7.      Amaliatut Tadris
8.      Bina Tilawatil, Syarh, Famil Quran

5.      NAMA GURU DAN PEGAWAI
Table 2
NoO

L/PP
 

PENDIDIKAN
TERAKHIR
Jabatan /
Tugas
NAMA GURU DAN
PEGAWAS
TEMPAT
TANGGAL
NIP
LAHIR
LAHIR
 
 
 
1
Khairul
Azhar,S.Ag/1580286458
L
Langsa
15/07/1972
S1/Fatar/
Bh Arab
Kepala/
Guru
2
KusAcehi,S.Ag/150297858
L
Kp.Sapik
17/09/1970
S1/Fatar/IPS
Guru/
Wakbid
humas
3
Yusmaniar,S.Pd/150293865
L
Banda
Aceh
25/01/1966
S1/FKIP/Bhs
Indonesia
Guru/Stff
Pengajaran
4
Dra.
Yusnidar150281398
P
Aceh
Barat
05/11/1967
S1/Fatar/
Bhs.Inggris
Guru
5
Rasimah,S.Ag/150297853
P
Jaman
1969
S1/Fatar/
Bhs Arab
Guru
6
Fahmi Sofyan,SS
L
Banda
Aceh
21-01-1976
S1/Fak.Ada
/Sastra
Guru/WaBid.
Akadmik
7
Faisal Yahya,S.Th
L
Cot Baroh
13-07-1982
S1/Fak.
Ushuluddin
Tafsir
Guru/wak
Bid
kesantrian


8
Indra S,S.Pd.I/150394521
L
Medan
03/03/1975
S1/Fatar/Pddk.
Agama
Guru
9
Asnawi,S.Pd.I/150389998
L
Aceh Besar
06/03/1974
S1/Fatar/Pddk.
 Agama
Guru
10
Drs. Sayuti,M.Si
L
Aceh Selatan
28/10/1949
S1/FKIP/Bhs.
Indonesia
Guru
11
Mahdalena,S.Pd
P
Banda Aceh
15/04/1969
S1/FKIP/Kesenian
Guru
12
Dra.Ellyzar
P
Sigli
10/11/1952
S1/FKIP/PMP
Guru
13
Drs.Muzakkir
L
Lambiheu
09/09/1958
S1/FKIP/PMP
Guru
14
Mulia Ailida,ST
P
Aceh Besar
27/04/1984
S1/Fak.Tek.Kimia
Guru
15
Fitriana
P
Aceh Besar
Juli 1984
S1/Fak.MIPA kimia
Guru
16
Nurmaidar
P
Gendring
Mei 1982
S1/Fak.Mipa Kimia
Guru/Stff TU
17
Drs.A.Kadir
L
Banda Aceh
26/11/1963
S1/FKIP/Bhs.Inggris
Guru
18
Drs.Bakri Ismail
L
Banda Aceh
16/06/1955
S1/FKIP/Sosiologi
Guru
19
Rahimah,S.Pd
P
Lhokseumawe
28/05/1965
S1/FKIP/
Bhs. Indonesia
Guru
20
Mawardi S.H,S.Pd
L
Tanjung Pinang
22/05/1965
S1/FKIP/kimia
Guru
21
Umaini,S.Ag
P
Dayah Tanoh
01/05/78
S1/Fatar/Pddk Agama
Guru/Stf Lab.
IPA
22
Nofianty,S.P
P
Banda Aceh
14-11-1979
S1/Fak.Pertanian/Sosek
Guru
23
Sri Pancaningsih,S.Pd
P


S1/Biologi
Guru
24
Indri Juliwardewi.M,SE
P
Pekan Baru
29/07/1972
S1/Ekonomi
Guru

6 komentar:

  1. Bukan :)
    Alumni SMA Nagan raya, cuma menulis tentang RIAB saja.
    makasih dah berkunjung. Salam kenal :)

    BalasHapus
  2. pantesan saya gak kenal... :)
    salam kenal kembali,,
    untuk mempererat tali silaturahmi antar blogger mari saling follow... :)

    BalasHapus
  3. hmmm....
    jadi antum alumniriab toh...
    leting berapa?
    ok...nanti saya follow...
    tq for follow my blog :)

    BalasHapus
  4. ia saya alumni riab leting 10 tamatan thun 2009... :)

    BalasHapus