Tampilkan postingan dengan label Artikel.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel.. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2014

Dari Sini Peradaban Bermula

         Hanya ingin menulis apa yang pernah didengar dan dibaca. Anggap saja para pembaca sedang mengikuti sebuah kajian yang pematerinya adalah ustaz/ah. Karena memang ini adalah nasehat mereka yang saya rangkum menjadi sebuah tulisan sederhana. Jangan anggap ini nasehat saya jika memang saya belum pantas untuk berbagi tentang ini. Karena jika dilihat dari segi "status", mungkin saya memang kurang cocok untuk menasehati perkara ini. Apapun itu, intinya saya tetap mau menulis tentang ini, terserah mau bilang apa. hehe
            Baik, saya mulai. Dalam sebuah pertemuan seorang ustazah berkata : "Menikah itu sejatinya haruslah membuat keimanan kita semakin kokoh. Pun, begitu juga paham keislaman kita, haruslah semakin membaik.Dalam segala permasalahan lain pun haruslah kuat. Sebab,hakikatnya berjalan berdua itu lebih menguatkan daripada sendiri."
          
         Ya, kalau ketika masih "sendiri" kita mendekati-Nya hanya dengan merangkak atau pun berjalan, maka ketika "berdua" kecepatannya haruslah bertambah. Apakah dengan berlari hatta terbang sekalipun. Intinya, haruslah meningkat kualitas ilmu dan amal kita menjadi lebih baik. Seperti shalat, tilawah, hafalan dan lain sebagainya. Karena menikah juga berarti membangun peradaban Islam di rumah kita sendiri. Ustaz Salim A. Fillah mengatakan bahwa "Rumah adalah Madrasah peradaban cahaya, adalah tugas kita untuk menghadirkan syurga di rumah kita dengan cara berusaha menata diri kita menjadi pribadi syurgawi".

Rabu, 18 Juni 2014

Mau Jadi Perempuan Hebat? Yuk Tutup Aurat

 Perempuan mana yang tidak ingin menjadi pribadi yang hebat? Perempuan mana yang tidak ingin menjadi pribadi yang dipandang mulia? Perempuan mana yang tidak ingin dihargai? Perempuan mana yang tidak ingin dihormati?. Tidak ada!, dengan yakin saya ingin menjawab bahwa secara fitrah tidak ada satu pun perempuan yang ingin dipandang rendah, dilecehkan, tidak dihargai dan tidak dihormati. Karena memang sejatinya setiap jiwa tidak dicipta oleh Allah untuk  sia-sia, tapi penuh makna dan berharga.

Kamis, 18 Juli 2013

Merobek Tirai diri sendiri

#PenaKamiTidakPuasa


Bagi sebagian orang,menceritakan aib atau dosa diri sendiri ke orang lain tidak lagi menumbuhkan bintik malu dalam hatinya. Bahkan dengan bangga menyusun kata dalam bercerita. Contoh, kisah pacaraan. Tidak jarang kita melihat orang-orang yang berpacaran mengumbar-umbar kisah “asmara sesat” mereka itu ke orang lain. Berikut saya berikan contoh bentuk aib yang sering menjadi bahan cerita antar remaja. Dan ini biasanya didominasi oleh pata remaja.Tapi, yang sudah menikah juga pernah menceritakan hal yang sama. Bedanya kebanyakan kisah mereka itu sampai kepada perlaminan. Tapi,itu tetap aib bukan? Apalagi jika kemudian dia bercerita bahwa "sebelum saya menikah dengan dia,saya pernah berpacaran dengan sifulan dan sifulen", atau dia bercerita bahwa “sebelum suami/istri saya menikah dengan saya, dia dulu pernah pacaran dengan si Fulan. Wah, ini yang lebih parah lagi karena membongkar aib pasangan diri sendiri.

Senin, 15 Juli 2013

Bersabarlah, Sebentar Saja

#PenaKamiTidakPuasa
Nafsu itu jika dituruti akan membutakan mata hati dan pikiran kita. Dan kita pun akan menjadi budaknya. Salah satu contoh manusia yang dibudaki oleh nafsu adalah anak-anak muda yang  berpacaran sebelum menikah. Ya, mungkin banyak dari anak-anak muda yang berpacaran tidak menyadari akan perbudakan ini. Bahkan mungkin masih merasa dialah ‘raja’ yangmenguasi ‘kerajaan cinta’ yang dia bangun itu. Lebih parah lagi jika kemudian dengan bangga memperkenalkan permaisuri tak halal itu kepada orang lain. Berjalan,bergadengan tangan, makan berdua. Ah, macam orang dah nikah ja. Yang sudah nikah pun tidaklah selebay itu. Sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa ‘kerajaan cinta’ yang sedang dibangun itu adalah ‘kerajaan sesat’.